Tampilkan postingan dengan label Linguistik. Tampilkan semua postingan

Linguistik (Ilmu Bahasa)

Linguistik dikenal sebagai ilmu yang mempelajari bahasa manusia. Lantas, apakah bahasa itu sendiri? Kalau merujuk ke suatu istilah akan kita temukan definisi yang beragam, tapi kesemuanya terkumpul dalam kata kunci 1) perangkat, sistem, kode, ucapan dll, 2) perwakilan, penuturan, pengucapan, penggunaan dan penyampaian, 3) gagasan, ide, maksud dan tujuan. Linguistik mempunyai 3 unsur utama yang meliputi; bentuk, makna dan konteks. Seperti kata ‘kenapa’, secara bentuk dia terdiri dari 3 morfem/ suku kata, memiliki makna mempertanyakan alasan, dalam konteks yang berbeda kalimat tersebut bisa bermakna lain seperti menunjukan pertentangan/ istifham inkari.

“The scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. Specific branches of linguistics include sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics, comparative linguistics, and structural linguistics.” Itu menurut The New Oxford Dictionory of English, 2003. Sengaja ada bagian yang saya un-bold karena sebenarnya hal tersebut lebih kepada contoh terapan dan derivasi cabang dari bahasa itu sendiri.

Sederhananya, bahasa adalah alat yang digunakan untuk mengutarakan sesuatu, kullu wasilatin yu’abbiru kullu qaumin maqâsidahu.
Sabtu, 12 Maret 2011
Posted by Alamin Rayyiis

Keistimewaan bahasa Arab


Assalam alaikum.
Salam kehangatan beriring kedamaian dari kami. Suatu kesyukuran bagi kami selaku staff pelaksana baru pasca upgrading tanggal 5 Juli lalu, untuk bisa kiranya menerbitkan buletin perdana. Sebuah media komunikasi aktif-massif dari sebuah instansi cendekia Masisir; buletin PMIK.
Di edisi perdana kali ini, kami ingin mencoba memberi gaung yang lebih tentang sebuah media komunikasi yang (seharusnya) sangat erat dengan keseharian kita, yaitu Bahasa Arab. Sebuah tema sederhana yang sedari dulu kita menuntut ilmu di dalam buaian [al-mahdi] sudah mendengarnya dengan tidak asing. Bukankah ketika pertama kali kita menangis di dunia dibisikkannya daun telinga mungil itu dengan lantunan adzan? Dan, saat itu pula Bahasa Arab menjadi konsumsi utama bagi keimanan dan ruh kita.
Namun begitu, bukan suatu alasan yang dipaksakan bagi buletin ini untuk mengangkat tema hangat tentang Bahasa Arab. Bahkan dia adalah tema yang saat ini gencar dijadikan subjek khusus pelatihan dari banyak lembaga dan organisasi seantero Masisir. Sebut saja pelatihan bahasa Arab yang diawali dengan ujian klasifikasi penempatan di hari kemarin (Rabu, 23/07) yang berhasil berkat kerjasama antara PPMI dan Jam’iyyah Syar’iyyah. Bahkan sebuah organisasi almamate (IKPM) juga mengadakan “Daurah Lughoh Arabiyah” yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 29-31 Juli nanti.
Terlepas dari info lapangan diatas, sesungguhnya bahasa Arab benar-benar mempunyai keistimewaan tersendiri. Sebuah fakta sejarah menyimpulkan bahwa bahasa Arab termasuk bahasa dominan yang dipakai sebagai alat komunikasi sehari-hari. Zaman keemasan Bahasa Arab dimulai sejak abad ke-4 hingga abad ke-17 Masehi, dan tidak bisa dipungkiri bahwa dia juga mengalami proses akulturasi ataupun asimilasi. Banyak data lapangan yang menyebutkan bahwa Bahasa Arab masih menjadi bahasa acuan dari bahasa pokok lainnya, bahkan hingga waktu ini.
Suatu hal tepat bila redaksi al-Quran tertulis dengan Bahasa Arab. Banyak nilai istimewanya selain dia juga sebagai bahasa mu’jizat. Bila dikatakan ada lima bahasa yang dominan yang dijadikan alat komunikasi manusia bumi (Cina kuno, Sansekerta, Latin, Greek dan Arab) maka bahasa inilah yang layak mendapatkan rating utama. Bahasa Arab adalah bahasa tertua bagi manusia bagi mereka yang percaya bahwa al-Quran adalah kalam Allah yang azali, yang terdekat bagi kita adalah Nabi Ibrahim As. yang diperkirakan hidup sekitar 19 abad BC, yang juga berarti sekitar 40 abad yang lalu atau 40.000 tahun yang lalu.
Bahasa Arab juga menjadi bahasa yang paling banyak mempunyai derivasi serapan ke bahasa asing lainnya. Bahkan hingga kini istilah sains pun juga ada diantaranya yang memakai bahasa serapan Arab; algoritma, alkohol, aljabar dan lain-lain. Bahasa Arab juga termasuk bahasa yang mempunyai inventaris kosakata terbanyak. Sebut saja “Unta” yang mempunyai sinonim kata sebanyak 80 atau juga “anjing” yang juga mempunyai sinonim kata sebanyak 200. Wallahu a’lam bishowaab.
Kamis, 24 Juli 2008
Posted by Alamin Rayyiis

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © RAYYIIS -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -